Pentas seni pada bulan Januari 2012 kemarin merupakan salah satu moment indah yg kita cipatakan bersama. Tenggang waktu yg singkat untuk menghadapi audisi pun sempat membuat kita mau mundur dan memutuskan tak jadi ikut serta. Tiga hari sebelum audisi pertama, dengan segala kesibukan dan kebingungan kita mulai memikirkan acara apa yg akan kita suguhkan. Mulai dari drama hingga menari pun sempat singgah di dalamnya, namun akhirnya kita fix akan membawakan gerak dan lagu yg diurutkan sesuai lirik-lirik lagu yg ada. Mulai dari mencari lagu hingga mengatur gerakan selalu membuat kita panik karena kita hanya punya tiga hari sampai audisi. Dan alhasil pelajaran yg disampaikan setiap harinya kita anggap sebagai angin lalu karena semua konsentrasi terpecah malah terfokus pada audisi :p
Sampailah pada hari audisi pertama yg membuat kita sedikit lega dengan adanya keputusan bahwa kita bisa tampil pada acara pentas seni tersebut. Terkejut karena tak menyangka kita bisa lolos merupakan perasaan bangga tersendiri pada kita semua, namun tugas yg lebih besar masih menanti yaitu audisi kedua hingga gladi kotor dan bersih yg menanti kita di depan mata.
Kurang lebih dua minggu kita full dengan jadwal latihan dan latihan terus. KBM yg dimulai pukul 06:45 sampai 14.15 dan dilanjutkan latihan sampai pukul 17.00 bahkan sering kali lebih kita lalui setiap harinya. Hanya untuk satu tujuan sebenarnya. Hanya ingin sukses pada penampilan perdana kelas kita di hadapan orang banyak.
Lelah, emosi yg naik turun, jenuh, habis akal, pasrah, sakit, hingga tangisan pun kita lalui bersama dalam proses ini. Pertengkaran yg hampir setiap hari terjadi pada minggu-minggu itu memang cukup membuat kita lelah karena tetap harus memikirkan penampilan. Semuanya terus kita pendam dalam hati masing-masing sampai pada akhirnya semuanya meledak sesaat sebelum audisi kedua berlangsung.
Beberapa jam sebelum audisi, semua kekesalan dan kelelahan memuncak hingga terjadilah semuanya itu. Menangis, teriak-teriak, saling mengejar, dan saling meminta maaf pun terjadi. Konflik batin yg terjadi akibat segala tekanan yg ada memberikan kita pelajaran baru lagi. Pelajaran untuk saling peka pada satu sama lain. Peka dan menghargai satu sama lain.
Berhasil lolos pada audisi kedua itu tak sesenang audisi sebelumnya memang. Yaaa karena kan semua sedang bergelut dengan emosinya masing-masing. Beberapa hari setelah itu pun kita memutuskan untuk melakukan rekaman. Rekaman yg dimaksudkan agar penampilan pada hari H akan maksimal tanpa harus kelelahan menyanyi sambil menari.
Keadaan studio rekaman dan malam yg mulai mencengkram pun menjadi memorytersendiri pada setiap kita. Segala sesuatu yg terjadi di luar dugaan yg menghasilkan dampak cukup terasa padaku pada saat itu. Membawa "mahluk" yg tak seharusnya selama beberapa hari dan biru-biru pada kaki serta tangan pun sudah seperti makan obat saja. Tak bisa menolak namun harus dilewati.
FINALLY....................................................................
Sampailah pada hari pementasan yg sempat membuat cukup takut akan tanggapan penonton yg cukup banyak pada waktu itu. Marry You, Don't Stop Believin, dan All For Onemenghantarkan kita semua pada kesuksesan seluruh penampilan kita pada hari itu. Mawar putih yg kita bagikan pun memberi kesan tersendiri bagi para penonton yg terkesan pada kita. Dan semuanya itu memberikan rasa yg tak dapat diungkapan oleh kata-kata dalam benak kita masing-masing. Rasa yg tak akan terbeli atau tergantikan oleh apapun.
** LOVE U !! ALWAYS N FOREVER **